Uncategorized OJK: Kenaikan DPK Rp8,4 Triliun Cerminkan Tingginya Kepercayaan Masyarakat Terhadap Bank Bengkulu

0
20

Bengkulu – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Bengkulu sepanjang tahun buku 2025. Bank milik daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Merah Putih tersebut mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator keuangan utama, seperti aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, melalui Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Hans Ori Lewi Naryo, menyampaikan capaian tersebut dalam kegiatan media update di Kantor OJK Provinsi Bengkulu pada Kamis (5/3/2026).

Hans menuturkan bahwa stabilitas sektor perbankan di daerah tetap terjaga berkat penerapan tata kelola yang baik. Salah satu indikator yang menunjukkan perkembangan positif adalah peningkatan total aset Bank Bengkulu.

Per Desember 2025, aset Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp11,1 triliun, meningkat dari posisi Desember 2024 yang mencapai Rp10,3 triliun. Menurut Hans, kenaikan tersebut menunjukkan pertumbuhan yang stabil sekaligus mencerminkan kepercayaan masyarakat serta ekspansi usaha yang berjalan sesuai ketentuan.

Selain aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan. Pada Desember 2024, DPK tercatat sebesar Rp8,2 triliun dan naik menjadi Rp8,4 triliun pada Desember 2025. Hans menjelaskan bahwa pertumbuhan DPK menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank Bengkulu sebagai lembaga keuangan daerah. Kondisi ini juga menandakan likuiditas bank berada dalam kondisi sehat untuk mendukung operasional serta penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Bengkulu juga menunjukkan perkembangan yang positif. OJK mencatat kredit yang disalurkan meningkat dari Rp7,4 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp7,8 triliun pada Desember 2025. Kenaikan sebesar Rp400 miliar tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai sektor produktif di Bengkulu.

Sementara itu, terkait capaian laba Bank Bengkulu pada tahun buku 2025, Hans menyampaikan bahwa angka finalnya belum dapat diumumkan kepada publik. Hal ini karena laporan keuangan masih dalam proses audit independen sebelum nantinya ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Ia menegaskan bahwa proses audit tersebut merupakan bagian dari mekanisme transparansi dan akuntabilitas yang wajib dijalankan dalam industri perbankan. Setelah proses tersebut selesai dan disahkan dalam RUPS, barulah informasi terkait laba dapat disampaikan secara resmi kepada publik.

Meski angka laba belum dirilis, OJK menilai kinerja Bank Bengkulu secara keseluruhan menunjukkan tren yang positif dan berpotensi terus berkembang seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat serta semakin kuatnya peran bank daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi di Provinsi Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here